Rabu, 10 Juni 2015

Cerita Pengakuan Tak Lazim

Hallo Sobat!

            Namaku Benny, 21 tahun, Seorang mahasiswa Arsitektur. Aku telah melihat banyak perubahan di sosmed dan di kehidupan nyata. Aku juga mendengar cerita dari kebanyakan orang. Aku juga tidak berani memberitahu masalahku. Tapi sekarang aku merasa ingin membaginya pada semua orang.

            Ketika aku berumur 15 tahun, aku menyukai seorang gadis. Dan dia adalah orang pertama yang aku suka. Lalu aku mengungkapkan isi hatiku kepadanya, dia berkata bahwa dia hanya ingin berteman denganku. Lalu aku memutuskan untuk melupakan kejadian itu dipikiranku. Setelah lulus SMP, aku meneruskan ke SMK. Disana tidak ada seorang temanpun dari sekolah lamaku. Disaat itu juga, aku jatuh cinta lagi. Tetapi aku tidak tau cinta mana yang harus aku miliki.. Cinta mana yang aku inginkan. Aku harus bertanya apa cinta yang tepat untukku? Apakah ini yang disebut dengan kebingungan orientasi seksual? Dulu aku menyukasi seorang gadis ketika aku SMP. Dan ketika aku SMK, aku berhenti untuk memikirkannya. Sekarang aku merasa nyaman dengan teman sebangkuku, orang yang sangat  baik, tapi dia laki-laki namanya “Ferdi”. Dan sekarang aku mempunyai teman yang dekat yang mengerti aku. Kita selalu bersama, aku merasa nyaman ketika bersamanya. Setelah lulus SMK perlahan dia menghilang dari kehidupanku. Sebenarnya itu adalah keinginanku untuk menghilang dari kehidupan dia. Aku tidak ingin menyakiti siapapun karena keraguanku.

Setahun telah berlalu, aku mengetahui bahwa Ferdi telah bekerja dan aku melanjutkan sekolah menjadi mahasiswa Arsitektur. Semua kehidupanku hanya tentang belajar dan keluarga. Bukankah aku sudah memberi taumu tentang keluargaku? Ayahku telah meninggal, beliau adalah seorang Arsitek Lingkungan. Sekarang Ibuku seorang single parent, beliau seorang pensiunan keperawatan. Aku mempunyai seorang kakak, namanya Alvin. Dia hanya pria normal yang memiliki tubuh altetis dan tidak terkenal seperti adiknya (HAHAHA). Dan inilah keluargaku. Tidak ada yang bisa diandalkan. Jadi saya selalu mengandalkan laptop dan smartphone untuk mencari orang yang bisa diajak mengobrol. Karena aku tidak tau aku ingin mengobrol dengan siapa jadi aku mendownload sebuah aplikasi “Badoo” untuk bertemu dengan seseorang yang benar-benar bisa diajak mengobrol.

Ketika dosen memberikan tugas kelompok (2orang). Aku lebih memilih melakukannya sendiri daripada harus sekelompok dengan orang yang tidak aku kenal. Karena aku memiliki pola piker yang berbeda dari orang lain sejak aku lahir. Aku lebih baik sendiri.. Tidur sendiri.. Makan sendiri.. dan nongkrongpun sendiri.. Meskipun jauh lebih lelah dan kesepian, tapi bagusnya adalah tidak seorang pun yang menyinggungku. Aku tidak butuh komentar apapun atau siapapun untuk menggangguku.

Pada suatu hari, ada seorang pria ingin memdekatiku bahkan menginginkanku (dari aplikasi Badoo). Aku bilang, tunggu dulu mengapa terburu-buru? Apakah kamu melakukan semuanya dengan terburu-buru? Dia menjawab aku seorang mahasiswa kedokteran jadi waktu sangat berharga bagiku, namanya Anton. Dia seorang pria yang spesiesnya sama sepertiku (xixixi). Setelah satu bulan melalui masa pendekatan, akhirnya kita jadian (aneh yaa wkwkw). Tidak sampai seminggu berpacaran, Anton bilang “Ben, aku gak suka kamu dekat-dekat cowok lain!”. Akhirnya kita putus dan tidak ada kabar satu sama lain.

Sebagai obat penyembuh setelah putus, biasanya aku buka instagram buat cuci mata (lol) dan aku melihat foto temanku yang berpose dengan seorang “JALANG” yang membuatku kepo. Akhirnya aku stalking instagramnya dan ternyata aku menemukan foto pria imut yang sangat aku inginkan yang sedang berpose dengan “JALANG” ini. Aku sih cuek dengan “JALANG” ini yang penting aku menemukan target pacarku selanjutnya (HAHA). Akhirnya aku follow pria imut ini, namanya Rio. Dia baik, ramah kepada orang yang tidak dikenalinya (Ya aku wkwkw), sayangnya buncittt… tapi tak apalah yang penting dia mau sama aku (maksudnya mau berteman HAHA). Pedekate-pedekate akhirnya kita jadian, tapi sayangnya tidak sampai 2 hari aku memutuskan untuk putus, karena aku baru tau kalau teman-teman Rio ada yang kenal dengan aku. Dan bahayanya Rio sudah terkenal Raja Maho jadi teman-temannya gak kaget kalo dia punya pacar cowok (duhh salah macarin orang T_T). Tapi kita tetep temenan dan diapun mengerti keadaanku yang masih belum siap untuk terbuka (Yakali).

Sudah lama tidak menggunakan aplikasi “Badoo” akhirnya aku menggunakannya lagi untuk mencari dan mencari seorang yang bisa diajak untuk mengobrol bahkan hidup bersama (LOL). Akhirnya aku mendapat pesan dan saat ini aku lagi dekat dengan mahasiswa Ilkom semester 2, namanya Hansen. Dia imut, tapi kelihatannya dia orang yang sangat sibuk. Kita berbicara sehari sekali dalam satu waktu saja. Sangat membosankan.. L

Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar